Staking Vs Mining Kripto, Lebih Untung Mana?

Area pabrik kertas di Quebec, Kanada 'disulap' menjadi pusat penambangan mata uang kripto (cryptocurrency) di tengah tren Bitcoin. (dok. REUTERS/Christinne Muschi)

Mayoritas koin kripto dengan kapitalisasi terbesar mengalami koreksi secara harian. Metode investasi di kripto menggunakan staking hanya memerlukan modal untuk memperoleh keuntungan layaknya deposito. Berbeda dengan mining yang memerlukan alat komputer canggih dalam proses penambangan.

Melansir data dari CoinMarketCap pada Rabu (06/04/2023) pukul 08:55 WIB, Bitcoin menunjukkan pelemahan sebesar 1,80% ke posisi harga US$ 28.073,76 per koin atau setara dengan ~Rp420 juta per koin (asumsi kurs Rp 14.959,45/US$). Dalam sepekan terakhir, Bitcoin menunjukkan pelemahan dari kinerja satu minggu sebesar 1,04%.

Ethereum hari ini juga menunjukkan pelemahan sebesar 0,73% ke US$ 1.898,63 per koin atau setara dengan ~Rp 28,4 juta per koin. Penguatan mingguan terlihat pada mata uang kripto Ethereum juga dalam sepekan terakhir sebesar 5,87%.

BNB kembali mengalami koreksi harian, atas gugatan dari CTFC yang dialaminya, sebesar 0,30% menyentuh harga US$312.47 atau setara Rp4.692.196/koin. Dalam janga waktu 7 hari, BNB menguat 0,13%, sehingga kapitalisasi perusahaan saat ini berada pada nilai US$49,57 miliar.

Dalam jangka waktu satu minggu, mata uang kripto yang mengalami penurunan signifikan yaitu XRP (-6,10%), BTC (-1,04%), BNB (-0,29%). Sedangkan, peningkatan signifikan dalam seminggu terakhir dialami oleh DOGE (+21,99%), dan ETH (+5,87%), dan ADA (+2,48%).

Mengutip Coindesk, perusahaan data crypto Amberdata menyatakan bahwa menyediakan likuiditas token untuk aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) bisa lebih menguntungkan dibanding hanya memengang token tersebut.

Pembaruan akan menandai penyelesaian transisi penuh Ethereum ke jaringan proof-of-stake (PoS) dan menjadikan stake ETH dapat dilakukan penarikan dana. Hal ini akan memungkinkan orang untuk menarik saldo validasi menjadi saldo Etherium.

PoS adalah mekanisme konsensus mata uang kripto dalam memproses transaksi dan membuat blok baru dalam blockchain. Mekanismenya dalah dengan melakukan validasi data masukyang akan didistribusikan dan diamankan ke database atau blockchain.

Staking berbeda dengan mining kripto. Staking mengunci aset kripto dalam blockchain dalam waktu tertentu untuk investasi jangka panjang, sedangkan mining menghasilkan aset kripto dengan cara ditambang menggunakan computer berteknologi canggih.

Menurut Pengamat Etherium, Deposito ETH dalam jaringan untuk meningkatkan keamanan dengan imbalan hadiah akan memacu aliran likuidasi token.

Namun, pendapat lain menyatakan peluang ini akan menjadi landasan Etherium bullish, karena mendapatkan hasil langsung dari blockchain akan menjadi mudah diakses.

Hal tersebut akan menjadi sentiment positif untuk kripto khususnya Etherium, karena adanya potensi peningkatan likuiditas di pasar dan peningkatan aksesibilitas untuk trader staked Etherium.

Penyedia likuiditas merupakan investor yang mempertaruhkan token kriptonya pada DEX untuk memperoleh keuntungan dari biaya transaksi, biasanya dalam bentuk hadiah token.

Likuiditas pasar kripto merupakan pilar utama dalam ekosistem, dengan puluhan milliar dollar dipasok oleh pengguna.

Penyedia likuiditas juga memerlukan analisis yang matang untuk memperoleh keuntungan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*