Putin Mulai Bongkar Pelaku Bencana ‘Kiamat’ Gas Eropa, AS?

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Valery Falkov di Moskow, Rusia, 3 Januari 2023. (Sputnik/Aleksey Babushkin/Kremlin via REUTERS)

Presiden Rusia Vladimir Putin mulai buka suara soal kejadian ledakan pipa gas bawah laut Nord Stream yang menghubungkan gas Moskow dengan pasar Eropa. Hal ini disampaikannya dalam sebuah kunjungan di kota Ulan Ude, Rusia, Selasa, (14/3/2023).

Dalam pernyataannya, Putin menyebut klaim bahwa pihak pro-Ukraina yang meledakan pipa itu adalah omong kosong. Menurutnya, serangan itu dikerjakan oleh sebuah pihak selevel negara.

“Saya yakin ini benar-benar omong kosong. Ledakan semacam ini, dengan kekuatan seperti itu, pada kedalaman seperti itu, hanya dapat dilakukan oleh spesialis, dan didukung oleh seluruh kekuatan negara, yang memiliki teknologi tertentu,” kata Putin kepada wartawan dikutip Russia Today.

Tak hanya itu, Putin juga mengatakan tanggapan Jerman terhadap ledakan pipa Nord Stream menunjukkan bahwa negara itu tetap “diduduki” dan tidak dapat bertindak secara independen hingga beberapa dekade setelah menyerah pada akhir Perang Dunia 2.

Putin, yang diwawancarai di televisi Rusia, juga mengatakan para pemimpin Eropa telah digertak hingga kehilangan rasa kedaulatan dan kemerdekaan mereka.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa ‘kelompok pro-Ukraina’ bayangan mungkin berada di balik ledakan di pipa di dasar Laut Baltik. The New York Times mengutip sumber anonim yang mengatakan bahwa ‘tidak ada warga negara Amerika atau Inggris yang terlibat’ dalam operasi tersebut.

Secara terpisah, beberapa outlet Jerman melaporkan bahwa penyelidik negara yang menyelidiki ledakan tersebut telah menemukan sebuah kapal pesiar, yang diduga digunakan untuk serangan itu. Kapal tersebut dimiliki oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Polandia tetapi tampaknya bisnis itu dimiliki oleh dua orang Ukraina.

Laporan kapal pesiar itu muncul tak lama setelah investigasi mengejutkan oleh jurnalis veteran Amerika Serikat (AS) Seymour Hersh, yang mengatakan pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah melakukan serangan terhadap pipa dengan bantuan dari Norwegia.

Menurut sumbernya, bahan peledak itu ditanam oleh penyelam Angkatan Laut AS Juni lalu dengan kedok latihan NATO dan diledakkan dari jarak jauh pada September. Gedung Putih dengan cepat menepis tuduhan jurnalis pemenang Hadiah Pulitzer itu, mencapnya sebagai ‘fiksi yang benar-benar palsu dan lengkap’.

Ledakan Nord Stream ini terjadi saat negara-negara Eropa dan AS bersitegang dengan Moskow terkait Ukraina. Mereka menyebut tindakan Putin yang melancarkan serangan militer ke tetangganya itu sebagai sesuatu yang ilegal dan memberikan Kyiv bantuan persenjataan untuk mengusir pasukan Rusia.

Putin menegaskan bahwa langkahnya itu merupakan bentuk pertahanan dari niatan Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer NATO. Menurutnya, masuknya Kyiv ke NATO akan sangat membahayakan Rusia, yang terlibat sengketa wilayah dengan Ukraina terkait Semenanjung Krimea dan Donbas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*