PPATK Buka-bukaan Soal Sumber Transaksi Rp 500 Miliar Rafael

Eks pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo jalani pemeriksaan KPK terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). (CNBC Indonesia/Emir)

Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) membenarkan bahwa pihaknya telah menemukan mutasi dana Rp 500 miliar dari transaksi periode 2019-2023. Data mutasi ini ditarik dari dalam 40 rekening yang terkait dengan Rafael Alun Trisambodo.

Koordinator Kelompok Hubungan Masyarakat PPATK Natsir Kongah mengatakan bahwa 40 rekening tersebut merupakan milik Rafael, anaknya, istrinya serta individu dan badan usaha yang terkait dengan aktivitas eks pegawai pajakk tersebut.

Natsir menegaskan bahwa dari transaksi hingga Rp 500 miliar tersebut PPATK menduga ada indikasi dari persoalan-persoalan pajak yang sedang diurus oleh Rafael. PPATK mengaku akan terus menelusuri indikasi tersebut.

“Polanya tidak sesederhana itu tapi itu menggunakan profesional money laundering ini jasa ini model bisnisnya kita lihat keseluruhan siklus,” papar Natsir kepada CNBC Indonesia TV, dikutip Kamis (9/3/2023).

Adapun, PPATK mengaku sulit mendeteksi secara kasat mata perihal pencucian uang ini. “Kalau secara kasat mata pelaku money laundering sederhana bisa langsung terdeteksi tapi ini caranya diputar-putar dulu sampai ke rekening terduga,” paparnya.

“TPPU pola kerjanya mengejar uang hasil kejahatan follow the money sehingga bisa terdeteksi,” sambung Natsir.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengaku pihaknya saat ini tengah berkomunikasi dengan PPATK dan belum menerima rincian data transaksi tersebut.

“Kami sedang berkomunikasi dengan PPATK untuk mendapatkan rinciannya dan nanti kalau sudah kami menerima akan kita dalami,” ungkap Prastowo kepada wartawan, dikutip Kamis (9/3/2023).

“Kami berprasangka baik, ini semua kan upaya untuk melakukan pencegahan dan penindakan ya, tapi kami belum terima detailnya,” lanjutnya.

Prastowo mengatakan saat ini pihaknya belum mengetahui secara jelas jenis nilai transaksi tersebut. Oleh karena itu, menurutnya Kemenkeu baru bisa mendalami transaksi tersebut nanti setelah data itu didapatkan dari PPATK.

“Nanti begitu detailnya kita pelajari, karena kan bisa macem-macem ini, apakah ini saldo, apakah nilai transaksi dan lain-lain, kami belum mendalami secara detail karena belum menerima rinciannya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*