Pertamina Target Tuntaskan Buffer Zone Depo Plumpang 3 Bulan

PT Pertamina (Persero) mengunjungi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) untuk melihat korban insiden TBBM Pertamina Plumpang di RSPP, Jakarta, Sabtu, (4/3/23). (Dok: Pertamina)

PT Pertamina (Persero) menargetkan pembangunan dan perluasan jarak aman atau buffer zone di sekitar Terminal BBM atau Depo Plumpang Jakarta Utara dalam waktu tiga bulan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati berharap pembangunan dan perluasan buffer zone di TBBM Plumpang dapat rampung dalam waktu tiga bulan mendatang. Hal tersebut sesuai dengan timeline yang diharapkan oleh internal perusahaan dan stakeholder.

“Kami di internal maupun dengan stakeholder mengharapkan sesegera mungkin. Jadi tiga bulan yang direkomendasikan dari Pak Andre (Anggota Komisi VI) ini adalah yang realistis maksimum karena kalau semua ini pihak bersama sama khususnya pemda ini bisa segera,” kata Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI, Rabu (15/3/2023).

Sementara itu, menurut Nicke terkait rencana relokasi penduduk yang berada di dalam buffer zone pihaknya paling tidak harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Pasalnya, hal ini bukan hanya sekedar merelokasi dengan memberikan kompensasi.

“Tetapi pemerintah daerah harus memastikan bahwa warganya harus mendapatkan, tidak menurunkan tingkat kesejahteraan. Memang tidak mudah tapi support dari beberapa pihak harus dilakukan” kata dia.

Nicke menilai perluasan buffer zone yang ada di Depo Plumpang cukup penting untuk segera dilakukan. Pasalnya, opsi untuk memindahkan TBBM Plumpang sepenuhnya ke tempat lain tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Ia menilai opsi untuk menutup TBBM Plumpang tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja. Oleh sebab itu, langkah yang diambil Pertamina yakni membangun buffer zone di sekitar Depo Plumpang.

Adapun dari adanya rencana perluasan pembangunan buffer zone ini, kemungkinan rumah penduduk yang berada di dalam zona buffer zone akan direlokasi.

“Warga ini yang di buffer zone, karena Terminal Plumpang tidak bisa kita tutup karena ini bisa berpengaruh terhadap ketahanan suplai nasional,” ujar Nicke.

Selain itu, menurut Nicke TBBM Plumpang juga tidak hanya menyimpan pasokan BBM, namun juga terdapat fasilitas lainnya seperti LPG, pelumas, dan pusat teknologi. TBBM Plumpang sendiri saat ini menyuplai kebutuhan BBM di 790 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan mengcover kebutuhan di 19 Kabupaten/Kota.

Dengan demikian, TBBM Plumpang memiliki peran yang strategis untuk pemenuhan energi nasional. Nicke menilai dengan menutup dan memindahkan depo secara penuh tentunya akan mengganggu distribusi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*