Nestle Beberkan Strategi Bisnis Keberlanjutan di 2022

Nestlé Beberkan Strategi Bisnis Keberlanjutan di 2022

Nestlé Indonesia memperkuat komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui berbagai bentuk investasi dan inisiatif, baik dalam peningkatan kapasitas produksi maupun melalui upaya untuk memastikan adanya praktik keberlanjutan dalam bisnis.

Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu menegaskan komitmen Nestlé Indonesia untuk mendorong pembangunan Indonesia melalui setiap aspek bisnisnya.

“Kami berupaya untuk terus https://www.alternatifkas138.online/ berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia agar semakin maju dan inklusif dengan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, melakukan investasi melalui ekspansi pabrik baru kami maupun perluasan lini produksi di pabrik-pabrik yang telah beroperasi, serta menjalin kemitraan dengan petani setempat untuk mendapatkan bahan baku lokal pada produksi kami,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (9/9/2022).

Dia memaparkan pada Mei 2021, Nestlé telah menginvestasikan US$ 220 juta untuk pembangunan pabrik baru Bandaraya di Batang, Jawa Tengah, dan perluasan kapasitas di tiga pabrik Nestlé yang telah beroperasi di Karawang, Panjang, dan Pasuruan. Pabrik Bandaraya akan memproduksi susu cair BEAR BRAND dan minuman siap konsumsi MILO dan NESCAFÉ.

“Pembangunan pabrik baru tersebut membuka 200 kesempatan kerja serta membantu mengembangkan UMKM, khususnya peternakan sapi perah setempat,” jelas Sufintri.

Lebih lanjut, pada Juni 2022, Nestlé Indonesia meresmikan penyelesaian pembangunan MILO Vacuum Band Dryer (VBD) 2. Melalui perluasan kapasitas ini, dia berharap, seluruh produksi MILO dapat dilakukan secara domestik.

“Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri, tetapi juga untuk mendukung program Pemerintah Indonesia, Bangga Buatan Indonesia,” ungkapnya.

Selain investasi pada kapasitas produksi, Nestlé juga memulai investasi pada praktik pembangunan boiler biomass di pabrik-pabrik yang ada di Indonesia pada 2021. Nestlé juga memperkenalkan sistem pangan regeneratif kepada mitra peternak dan petani untuk melindungi dan memulihkan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan komunitas petani.

“Komitmen Nestlé berikutnya ialah menciptakan kemasan yang 100% dapat didaur ulang pada tahun 2025, dan mengurangi sepertiga penggunaan plastik murni,”

Perusahaan juga membantu para mitra peternak sapi perah di Jawa Timur dalam penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berupa bantuan sebesar Rp 1,2 miliar. Nestlé Indonesia telah bermitra dengan peternak sapi perah di Jawa Timur sejak 1975 dengan memberikan pendampingan teknis dan bantuan lainnya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi susu segar serta memastikan keberlanjutan lingkungan.

Menurut dia, kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan perusahaan dalam menjalankan bisnis.

“Kehadiran media melalui platform masing-masing merupakan salah satu penghubung antara Nestlé dengan konsumen maupun stakeholder lain. Untuk itu, kami berterima kasih dan sangat mengapresiasi peran media, dan kami akan terus berupaya menjaga tali silaturahmi dan kemitraan dengan rekan-rekan media,” tutup Sufintri.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*