Ini Jet Tempur dan Kapal Canggih yang Mau Diborong Prabowo

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendapatkan lencana brevet wing penerbang kehormatan kelas I dari TNI Angkatan Udara usai mencoba pesawat F-16 Milik TNI AU selama hampir 30 menit mengudara. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang dipesan pemerintah akan terus berdatangan. Terbaru Indonesia telah memiliki pesawat Super Hercules yang dipesan dari Amerika Serikat.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga telah menandatangani kontrak pembelian pesawat hingga kapal tempur untuk memperkuat persenjataan Indonesia. Selain itu ada juga ada yang masih incaran.

Dia pun gencar safari ke berbagai negara mulai dari Eropa hingga Amerika Serikat untuk melobi pembelian persenjataan.

Berikut deretan Jet Tempur dan Kapal Canggih yang mau diakuisisi pemerintah:

1. C-130-J-30 Super Hercules A-1339

Pesawat yang mampu mengangkut 128 orang pasukan dan kargo 19,9 ton ini sudah hadir di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma pada (6/3/2023) lalu. Juga memiliki kemampuan terbang hingga 11 jam di udara sehingga bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Adapun pesawat angkut super canggih ini merupakan satu dari lima pesawat yang telah dipesan pemerintah. Empat pesawat lainnya akan diterima pada bulan Juni 2023, Juli 2023, Oktober 2023, dan Januari 2024.

2. Pesawat Tempur Rafale

Pemerintah juga sudah menandatangani pemesanan pesawat tempur Rafale senilai US$ 4,1 miliar, agar Indonesia bisa memboyong 42 unit.

Pesawat multirole combat ini merupakan buatan dari Dassault Aviation yang rencananya akan pertama hadir sebanyak enam pesawat, kemudian disusul sebanyak 36.

Dassault Rafale memang bukan sebarang jet tempur. Pesawat ini diklaim mampu sebagai proyeksi kekuatan dan penyebaran untuk misi eksternal, misi serangan dalam, dukungan udara untuk pasukan darat, misi pengintaian, serangan pelatihan pilot, dan tugas pencegahan nuklir.

3. Mirage 2000

Melansir Asia Pacific Defence Journal, Pemerintah berencana melakukan pembelian 12 jet tempur Mirage 2000 – 5 bekas dari Angkatan Udara Kerajaan Qatar. Dimana negeri timur tengah berencana pensiunkan armadanya.

Mirage 2000-5 merupakan pesawat tempur buatan Dassault Aviation, Perancis yang juga pembuat Rafale. Pesawat ini sudah mulai diproduksi sebelumnya pada era 1970-an.

Disebutkan juga pembelian Mirage 2000-5 ini akan digunakan untuk latihan dan transisi sebelum kedatangan Rafale.

4. Drone Bersenjata

Melansir Reuters, Indonesia dan Malaysia dikabarkan berminat membeli Drone bersenjata dari Baykar perusahaan pertahanan Turki. Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di konferensi pers di Tokyo, Senin (26/9/2022).

“Kami dengan senang hati akan memenuhi kebutuhan Jepang akan drone,” tambah menteri itu.

Pemesanan Drone dari Turki memang meningkat pasca konflik di Suriah, Ukraina, dan Libya. Pada 21 September, Reuters melaporkan bahwa Baykar mengirimkan 20 drone bersenjata ke Uni Emirat Arab bulan ini.

Kecepatan maksimum Bayraktar adalah sekitar 138 mph, sehingga drone Turki memiliki daya tahan lebih lama hingga 27 jam. Bahkan Bayraktar juga mencapai ketinggian maksimum 25.000 kaki.

5. Kapal Fregat Fremm

Sebelumnya pemerintah juga dilaporkan telah menyepakati pembelian kapal perang buatan Italia. Seperti dikutip laman resminya, Fincantieri mengonfirmasi telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Kementerian Pertahanan

Fincantieri akan menjadi kontraktor untuk keseluruhan program. Nantinya perusahaan kapal dari italia ini akan menyediakan enam Fregat baru kelas FREMM dan dua Fregat bekas kelas Maestrale serta dukungan logistik yang dibutuhkan.

FREMM adalah program bersama antara Prancis dan Italia. Fregat jenis ini memiliki panjang 140 m dan lebar 20 m dengan perpindahan 6.000t. Kapal tersebut dapat menampung 108 perwira dan awak.

Fregat Italia ini dipersenjatai dengan sistem rudal SAAM Aster 15 untuk kemampuan pertahanan udara dan juga rudal anti kapal skimming laut Teseo Mk2 (versi ekspor, Otomat Mk2). Keduanya dipasok oleh MBDA. Fregat juga dilengkapi senjata sistem anti kapal selam segala cuaca.

7. Kapal Selam Scorpene

Indonesia juga sudah memiliki Memorandum of Understanding antara PT PAL dengan Naval Group untuk pembelian dua kapal selam Scorpene dengan AIP (Air – Independent Propulsion) beserta persenjataan dan suku cadang, pelatihan.

Pembelian itu merupakan satu dari empat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto dan Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly di kantor pusat Kemhan RI, Jakarta, Kamis (10/2/2022).

Nanti dalam pengembangannya kapal ini bakal dilengkapi empat generator diesel – listrik yang menyediakan daya 2.500 kW. Adapun kemampuan khusus kapal selam ini mampu membawa 30 ranjau laut dan melaju 20 knots di dalam air dan 12 knots di permukaan.

8. Airbus A400

Indonesia juga dikabarkan telah memesan dua pesawat angkut Airbus A400 M. Pesawat ini memiliki konfigurasi multi peran dan disebut memiliki kemampuan lebih besar dari Hercules C-130.

“A400M terbang dengan kecepatan dua kali lebih cepat dan mampu membawa muatan 37 ton sehingga pesawat ini akan mampu menjalankan tugas strategis dan taktis,” papar Kepala Asia Pasifik Airbus Defence and Space Johan Pelissier dalam konferensi pers menjelang Indo Defence yang akan diselenggarakan 2-5 November 2022 di Jakarta.

Pesawat dengan daya jelajah 8.900 km ini memiliki tiga kemampuan utama, yakni pengangkutan taktis, pengangkutan strategi, dan juga pengisian bahan bakar di udara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*