Ada Ancaman Krisis, Wamen BUMN Ungkap Potensi Industri Pangan

Dok. Pupuk Indonesia

Berbagai jenis krisis saat ini mengancam dunia, salah satunya adalah adanya krisis pangan. Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury menyebut krisis pangan bisa diatasi dengan besarnya potensi industri pangan.

“Saat ini yang kami yakini bahwa ketahanan pangan dan pupuk sebenarnya merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan Indonesia memiliki ketahanan pangan yang lebih baik,” kata dia dalam pembukaan kantor perwakilan PT Pupuk Indonesia (Persero) di Dubai, belum lama ini.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini merupakan negara terbesar ketiga di Asia, khususnya dalam hal luas lahan. Adapun lahan tersebut perlu memanfaatkan pupuk untuk dapat berkembang menjadi pertanian.

“Dan saya pikir sekarang nama permainannya di dunia global, lingkungan saat ini adalah tentang ketahanan energi, tetapi juga tentang ketahanan pangan,” ungkap Pahala.

Seperti diketahui Pupuk Indonesia telah membuka kantor perwakilan di Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UAE). Hal ini dilakukan terkait upaya perusahaan untuk memperluas peluang kerja sama perdagangan amonia, urea, NPK, dan produk lain.

Pahala berharap pembukaan kantor ini dapat meningkatkan peluang ekspor produk Pupuk Indonesia, seperti urea dan amonia. Di mana pada 2021, volume ekspor urea Pupuk Indonesia mencapai sekitar 2 juta ton, sedangkan ekspor ammonia mencapai 715 ribu ton.

“Kami berharap hubungan dan kerja sama bisnis dapat kami kembangkan di masa depan akan terus bertumbuh. Dan saya kira dengan hadirnya Pupuk Indonesia di Dubai, kami berharap ada kemudahan yang lebih baik bagi kami untuk dapat mengembangkan hubungan bisnis,” tegas Pahala.

Tidak hanya urea, Pupuk Indonesia memiliki beragam jenis produk seperti NPK/NPS, dan atau ZK yang juga diekspor ke sejumlah negara. Khusus dengan UEA, Pupuk Indonesia melakukan pembelian sulfur yang banyak diproduksi negeri itu dan diperlukan untuk pembuatan asam sulfat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*