7 Golongan Orang yang Bakal Boncos di Ramadan, Kamu Termasuk?

ilustrasi boros

Bulan Ramadan memang dikenal dengan bulan penuh berkah, namun jangan salah, meningkatnya pengeluaran di bulan suci ini bisa membuat keuangan seseorang dilanda masalah pada kemudian hari.

Idealnya, pengeluaran untuk kegiatan-kegiatan Ramadan sudah diatur sebelum bulan suci ini tiba. Namun kembali lagi, preferensi serta pemahaman seputar manajemen keuangan setiap orang berbeda-beda.

Berikut adalah kriteria orang di Bulan Ramadhan yang berpotensi merugi secara finansial, baik dari segi arus kas, tabungan, dan lain sebagainya.

1. Yang setiap hari beli jajanan

Takjil atau kudapan untuk berbuka puasa memang enak, segar, gurih, manis, dan menggoda selera. Kudapan ini dijual di mana-mana dengan harga murah selama Ramadan.

Tapi jangan salah, setiap hari membeli takjil, bisa membuat pengeluaranmu membengkak. Anggap saja, setiap hari keluar Rp 25 ribu untuk takjil, maka selama 29 hari Anda sudah menghabiskan Rp 725 ribu.

Itu tentunya hanya pengeluaran takjil, belum jika Anda adalah orang yang memang tidak pernah masak dan membeli makanan jadi untuk sehari-hari. Dan ketahuilah, kudapan takjil juga tentunya bukan makanan yang sehat.

2. Yang tidak bisa nolak ajakan bukber

Buka puasa bareng alias bukber emang jadi sarana efektif buat silaturahmi dan reuni bersama teman-teman lama.

Tapi, ajakan bukber itu tentunya tidak hanya muncul dari teman-teman lama. Teman-teman dekat, calon klien, dan lainnya juga kerap mengagendakan acara yang satu ini.

Ketika Anda lebih sering melakukan aktivitas ini di restoran, maka jangan kaget jika pengeluaran Anda bengkak.

Bila sekali makan di restoran saja sudah habis Rp 150 ribu, maka jika kegiatan bukber ada 10 kali, Anda sudah menghabiskan uang Rp 1,5 juta. Itu semua belum termasuk biaya parkir dan transportasi.

Tidak ada yang salah dengan kegiatan ini, namun jika Anda tidak bisa menolak seluruh ajakan yang ada, maka dompet Anda bisa jadi taruhannya.

3. Yang selalu pulang tenggo

Kerja di luar jam kerja biasa emang melelahkan. Tapi pulang tepat waktu saat bulan puasa juga bukan solusi yang bijak, terutama jika tempat kerja Anda ada di pusat kota dan Anda membawa kendaraan pribadi.

Walaupun buka puasa di rumah jauh lebih nyaman daripada di luar, namun jalanan yang macet akan membuat konsumsi BBM Anda semakin meningkat yang berujung besarnya pengeluaran untuk transportasi.

Tak ada salahnya untuk menunggu jam buka puasa saja di kantor dulu dan pulang sedikit lebih lama dari biasanya.

4. Yang tiap hari berburu diskon online shop

Bukan rahasia lagi, promo atau diskon bertebaran di marketplace online. Namun bukan berarti bulan suci ini dimanfaatkan terus tanpa henti untuk belanja sesuatu yang menjadi keinginan.

Tidak ada salahnya membeli sesuatu yang Anda inginkan di bulan suci ini. Namun lakukanlah pembatasan untuk biaya yang satu ini.

Jangan sampai mendahulukan kebutuhan dan keinginan.

5. Yang setiap hari begadang tanpa alasan yang jelas

Tidak sedikit dari Anda yang susah bangun sahur, dan terkadang mereka memilih begadang sampai dini hari. Setelah makan kenyang di dini hari, barulah mereka beristirahat.

Bagi yang kerja sebagai karyawan, hal ini jelas tidak baik dilakukan. Karena ketika Anda begadang, maka porsi tidur Anda menjadi tidak karuan dan hal itu justru membahayakan kesehatan.

Jika Anda jatuh sakit, maka Anda sendiri yang akan rugi.

6. Yang gak pernah olahraga

Menahan haus dan lapar memang membuat Anda menjadi cepat lelah. Tapi bukan berarti sah-sah saja bagi Anda untuk tidak berolahraga.

Ketika Anda stop berolahraga, maka risiko penyakit bisa saja muncul dan stamina Anda bisa semakin mudah terkuras.

Tidak ada salahnya meluangkan waktu 20 menit menjelang buka puasa untuk olahraga ringan.

7. Yang gak mau investasi

Ada uang tunjangan hari raya (THR) dan ada gaji bulanan, semestinya dana ini bisa Anda prioritaskan untuk berinvestasi terlebih dulu, sebelum Anda gunakan untuk kegiatan konsumtif lainnya.

Investasi merupakan salah satu solusi untuk mencapai kebebasan finansial di masa depan. Menunda investasi, tentu bisa sangat berisiko untuk keuangan pribadi Anda di jangka panjang.

Mulailah investasi dengan membeli instrumen yang Anda pahami dengan baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*